Sopir JR Connexion Protes Upah Dipotong Sepihak, Damri Buka Suara

0
16

Ratusan sopir Damri Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion) atau Transjabodetabek melapor ke Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta atas dugaan bayaran dipotong sepihak. Merespons itu, manajemen Perum Damri mengaku akan mengatasi hak-hak para pengemudi tersebut.

Diketahui, pada Jumat (31/5/2024) ratusan sopir atau pramudi JR Connexion menggelar unjuk rasa di Kantor Disnaker DKI Jakarta. Salah satunya mengadukan pemotongan bayaran yang semula di atas UMR, menjadi di bawah UMR. Hasilnya, operasional JR Connexion terhenti sementara.

Merespons itu, Kepala Sub Divisi Humas dan TJSL Damri, Yunita Mokogita mengatakan pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pihak pekerja. Salah satunya adalah menggelar audiensi antara manajemen perusahaan dan pekerja.

“Damri secara aktif melakukan komunikasi dan audiensi freshnytrees.com dengan para pengemudi,” kata Yunita saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (1/6/2024).

Ia menerangkan, pihaknya tetap menaati kontrak kerja yang berlaku antara perusahaan dan para pramudi Transjabodetabek. Yunita menegaskan, hak-hak para sopir akan dikasih sesuai dengan ketentuan.

“Damri tetap menghormati kontrak kerja dengan para pengemudi dan akan memenuhi hak-hak sesuai kontrak kerja,” jelasnya.

Sopir JR Connexion Mengadu ke Disnaker DKI Jakarta
Sebelumnya, sejumlah sopir Damri Transjabodetabek atau JR Connexion melakukan unjuk rasa di kantor Disnaker DKI Jakarta. Tujuannya mengadukan dugaan pemotongan gaji atau bayaran secara sepihak oleh manajemen Damri.

“Ini adalah pramudi-pramudi dari SBU Transjabodetabek Perum Damri. Jadi kami disini berkeinginan mengadukan nasib kami ke Dinas Ketenagakerjaan DKI bidang pengawasan agar Disnaker bisa melakukan mediasi tentang pembayaran bayaran di bawah UMR,” sebut Koordinator Aksi, Salvador P, dikutip Sabtu (1/6/2024).

Ia mengakui sebelumnya sudah mencoba melakukan mediasi antara para pekerja dan manajemen Perum Damri. Melainkan, pertemuan kedua belah pihak tersebut diakui tak menemukan spot terang.

Tidak Temui Titik Jelas
“Jadi sudah kami lakukan berjenis-jenis mediasi dengan perusahaan tetapi memang kami tak mendapatkan hasil dan kami memang mendapatkan keputusan sepihak atau yang merugikan kami,” kata ia.

“Itikad terakhir yang kami lakukan adalah mengadukan nasib kami, karena kami sadar bahwa tak ada satu badan bahkan atau serikat yang akan melindungi dan membela hak kami. Satu-satunya adalah Disnaker. Semoga aksi kami bisa didengar pimpinan Damri dan secepatnya persoalan ini bisa selesai,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here