Informasi ABM Investama tentang saham Harvey Moeis

0
18

Jakarta – PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjelaskan keterkaitan perseroan dengan anak usahanya dengan Harvey Moeis, salah satu tersangka kasus korupsi tata niaga produk timah tahun 2015-2022.

Sebelumnya ramai diberitakan soal penugasan Harvey Moeis dan hubungannya dengan beberapa perusahaan, termasuk PT ABM Investama Tbk.

Terkait hal tersebut, manajemen ABM Investama membantahnya melalui slot spaceman keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 4 April 2024, dikutip Senin (8/4/2024).

“Sampai dengan tanggal surat ini diterbitkan, Perseroan dan/atau anak perusahaan Perseroan belum mempunyai perjanjian kontrak dengan Harvey Moeis.

Namun salah satu anak perusahaan perseroan, yakni PT Cipta Kridatama (CK), telah memiliki kontrak penambangan sejak tahun 2019 dengan PT Multi Harapan Utama (MHU), yang merupakan perusahaan yang dulunya merupakan bagian dari dewan direksi MHU Harvey Moeis. komisaris,” tulis Sekretaris Jenderal PT ABM. Investama Tbk Rindra Donovan dan keterbukaan informasi BEI.

Ia juga menjelaskan Harvey Moeis tidak tercatat sebagai pemilik perusahaan maupun anak perusahaannya. Harvey Moeis yang merupakan suami dari aktris Sandra Dewi tidak tercatat sebagai pemegang saham perusahaan atau anak perusahaannya, tulisnya.

Rindra menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap operasional dan kelangsungan usaha Perseroan dan/atau anak perusahaan yang dapat mempengaruhi nilai Perseroan akibat penangkapan Harvey Moiis.

Hingga akhir pekan perdagangan Jumat 5 April 2024, harga saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) menguat 2,28 persen menjadi Rp 4.040 per saham. Harga saham ABMM berakhir di Rp 3.950 per saham.

Harga saham ABMM berada pada level tertinggi Rp 4.090 dan terendah Rp 3.940 per saham. Total volume perdagangan sebanyak 2.200 kali dengan volume perdagangan 61.964 lembar saham. Nilai bisnis Rp 25,1 miliar.

ABM Investama mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,28% pada tahun 2023
Laporan keuangan terbaru PT ABM Investama Tbk tahun 2023. Perusahaan melihat pertumbuhan pendapatan tetapi laba menurun pada tahun 2023.

Mengklarifikasi laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024), PT ABM Investama Tbk mencatatkan omzet sebesar $1,49 miliar pada tahun 2023. Pendapatan perusahaan meningkat 3,28 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi $1,44 miliar.

Pendapatan meningkat sebesar 19,19 persen menjadi $1,1 miliar pada tahun 2023. Pada tahun 2022, pendapatan mereka akan tercatat sebesar $923,62 juta. Perusahaan juga mencatat penurunan laba kotor sebesar 24,88% dari $521,90 juta pada tahun 2022 menjadi $392,04 juta pada tahun 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here