Bahasa Isyarat Awal: Sudah Berapa Lama Digunakan?

0
23

Jakarta – Bahasa isyarat adalah bahasa yang menggunakan gerak tangan, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Ini telah menjadi bagian penting dari komunitas tunarungu dan dapat melihat. Berabad-abad sebelum bahasa isyarat ditemukan, orang-orang tunarungu dianiaya. Keyakinan bahwa bahasa dipelajari hanya melalui pendengaran bertentangan dengan mereka. Filsuf Yunani kuno Aristoteles bahkan mengatakan bahwa “orang bodoh selalu menjadi orang bodoh”.

Berdasarkan hukum Romawi, mereka yang terlahir bodoh tidak diberi hak untuk menandatangani dokumen spaceman pragmatic play karena mereka “seharusnya tidak memahami apa pun;” karena mereka tidak bisa belajar membaca atau menulis.” Visi ini menghambat kemajuan dan pemberdayaan komunitas tunarungu.

Orang-orang tunarungu telah lama distigmatisasi dengan prasangka dan penghinaan. Dahulu, penyandang tunarungu seringkali dianggap tidak mampu belajar. Hal ini membuat mereka canggung secara sosial dan tidak mendapatkan pendidikan yang cukup. Menurut National Geographic, perlawanan terhadap prasangka ini dimulai pada masa Renaisans. Salah satu pionir revolusi ini adalah Pedro Ponce de León, seorang biarawan Benediktin Spanyol pada abad ke-16. Dia adalah orang pertama yang mengembangkan bahasa isyarat yang tepat untuk tunarungu.

Meskipun gagasan Ponce de León tidak sepenuhnya baru, karena banyak budaya, seperti Indian Amerika dan biarawan Benediktin, telah menggunakan takdir untuk berkomunikasi, kontribusinya masih sangat penting. Upayanya membuka jalan bagi penerimaan bahasa isyarat sebagai bahasa yang tepat dan efektif bagi komunitas tunarungu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here